Gerak Pada Bidang Miring
LAPORAN
PRAKTIKUM FISIKA DASAR
GERAK PADA BIDANG MIRING
Oleh
Henny Novita Sari
F1A014115

FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2014
DAFTAR
ISI
Halaman
PRAKATA..............................................................................................
i
DAFTAR ISI........................................................................................... ii
DAFTAR TABEL.................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR............................................................................. iv
I. PENDAHULUAN
................................................................................. 1
A.
Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................................ 2
II.
TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................... 3
III. METODE PRAKTIKUM..................................................................... 5
A.
Waktu dan Tempat.............................................................................. 5
B.
Alat dan bahan..................................................................................... 5
C.
Cara Kerja............................................................................................ 5
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................. 8
A.
Hasil..................................................................................................... 8
B. Pembahasan.......................................................................................... 13
V. PENUTUP ............................................................................................... 16
A. Kesimpulan…………………………………………………………..
16
B. Saran………………………………………………………………….
16
DAFTAR
PUSTAKA
I.
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gerak
dapat didefinisikan sebagai perubahan yang sesungguhnya berlangsung secara
terus-menerus. Gerak seluruhnya dapat diketahui apabila kita mengetahui
bagaimana gerak benda pada suatu titik pada benda tersebut. Gerak pada bidang
miring ini, terdapat sudut kemiringan dan gaya gesekan yang sangat mempengaruhi
dari gesek itu sendiri.
Gerak atau perpindahan kedudukan suatu
benda biasanya disebabkan oleh gaya, jadi apabila ada suatu gaya yang bekerja
pada sebuah benda msks benda itu akan bergerak atau berpindah tempat. Secara umum, gaya didefinisikan sebagai suatu
yang dapat mengubah keadaan gerak atau benda. Suatu benda dapat bergerak
karena mendapat gaya, gaya juga dapat mempercepat atau memperlambat gerak
benda. Gaya juga dapat dikatakan sebagai
tarikan atau dorongan.
Gaya gesekan sangat diperlukan, misalnya
antara ban mobil dan jalan agar todak slip, orang dapat berjalan diatas lantai
dengan lancar bila terdapat gaya gesekan antara kaki dengan lantai. Gerak pada bidang miring ini terdapat dua
gerak yaitu gerak menaik dan menurun, yang masing-masing juga dipengaruhi oleh
waktu dan jarak yang telah ditempuh serta apakah terjadi pemantulan pada ujung
track.
Jenis
gerak dari suatu benda ditentukan oleh bentuk lintasannya. Sesuatu gerak disebut gerak lurus, apabila
lintasannya merupakan garis lurus. Gerak
melingkar, apabila lintasannya merupakan lingkaran. Gerak parabola apabila lintasannya merupakan
parabola. Tidak ada gesekan antara benda
dengan bidang miring, bila bidangnya licin sempurna. Sedangkan yang menyebabkan benda bergerak
adalah gaya yang sejajar dengan bidang miring.
Issac Newton telah
merumuskan tiga asas tentang suatu pengamatan yang berdasarkan teorinya yang
dikenal dengan hukum gerak. Hukum Newton
yang bersangkut paut tentang gaya dalam bidang ini adalah hukum Newton yang
ketiga.
Hukum Newton pertama
berbunyi bahwa setiap benda yang diam akan tetap diam dan setiap benda yang
bergerak akan tetap bergerak lurus beraturan, kecuali jika ada gaya lain yang
tidak seimbang bekerja pada benda itu.
Hukum Newton pertama merupakan kasus special dari hukum Newton kedua,
hukum pertama menjelaskan frame referansi di mana kedua hukum lainnya dapat
dibuktikan benar. Frame referensi ini
disebut referensi inertial atau Galilean frame, dan bergerak dengan kecepatan
konstan,yaitu tanpa percepatan.
Hukum Newton yang kedua
berbunyi bahwa setiap percepatan yang timbul oleh gaya yang bekerja pada sebuah
benda berbanding lurus dengan besarnya gaya penggerak itu dan arah sama dengan
gaya tersebut.
Hukum Newton yang ketiga
berbunyi bahwa jika sebuah benda bermassa mengerjakan sebuah gaya yang sama
pada yang lain, maka benda ini mengerjakan sebuah gaya yang sama pada benda
yang pertama sama besar tapi berlawanan arah.
Dua hal yang harusdiperhatikan dalam menggunakn hukum Newton yang ketiga
ini adalah yang pertama pasangan aksi akan reaksi selalu melibatkan dua benda
dan bekerja pada dua benda yang belainan.
Yang kedua besar gaya aksi sama dengan besar gaya reaksi, tetapi arahnya
berlainan.
Penggunaan alat praktikum pada gerak bidang miring
ini memerlukan ketelitian serta kecermatan para praktikan dalam ketelitian
serta kecermatan para praktikan dalam mengamati jarak yang ditempuh glider dan
menekan tombol pada even timer pada saat glider berhenti beberapa saat. Dan juga dalam perhitungan untuk mencari
besarnya sin α, besarnya koefisien gesek, juga dalam perhitungan besar gaya
gesek.
Gaya gesekan yang terjadi tidak
konstan, hal ini disebabkan massa yang digunakan berbeda. Bila massa benda besar, maka jarak pantul
glider yang dihasilkan akan semakin jauh.
Semakin besar benda yang bergerak turun pada bidang miring maka
bertambah gaya dorong glider.
B.
Tujuan
Tujuan
dari praktikum Gerak pada Bidang Miring adalah:
1. Mengetahui kemiringan
2. Mengetahui besarnya gaya gesekan (Friction Force)
II.TINJAUAN
PUSTAKA
Bidang miring adalah suatu permukaan datar yang
memiliki suatu sudut, yang bukan sudut tegak lurus, terhadap permukaan horizontal. Penerapan
bidang miring dapat mengatasi hambatan besar dengan menerapkan gaya yang relatif lebih kecil melalui jarak yang lebih jauh,
dari pada jika beban itu diangkat vertikal. Dalam istilah teknik sipil, kemiringan (rasio tinggi dan jarak)
sering disebut dengan gradien. Bidang miring
adalah salah satu pesawat sederhana yang umum dikenal.(www.google.com.2010).
Sebuah
benda bergerak pada suatu permukaan, pada benda bekerja gaya gesekan kinetik
yang melawan arah gerak benda. Besar
gaya kinetik bergantung pada sifat antara dua permukaanm yang bersentuhan
. Untuk dua permukaan benda tertentu,
gaya gesekan kinetik sebanding dengan gaya normal. Gaya gesekan tidak bergantung pada luas
permukaan yang bersentuhan. Sifat kasar
dan licinnya permukaan dua bidang yang bersentuhan dinyatakan dengan koefiesien gesekan. Makin kasar permukaan yang bersentuhan
koefiesien gesekannya.(www.gurumuda.com,2010).
Gerak atau perpindahan
kedudukan suatu benda biasanya dikarenakan oleh gaya, jadi apabila ada suatu
gaya uyang bekerja pada sebuah benda maka benda itu dapat bergerak atau
berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.
Gesekan adalah gaya non konservatif
penolakan yang terjadi ketika dua permukaan berjalan satu sama lain ketika
didorong bersama. Dia menyebabkan
perubahan betuk dan panas. Gaya gesek
adalah sebuah fungsi gaya menekan ke permukaan dan koefesien gesek antara
benda-benda. Terutama : Ff =
Fpμ f . (http://id.wikimedia.org/wiki/bidang_miring.2010).
Gaya gesekan ada dua
macam yaitu:
1. Gaya gesekan statis (fs)
Gaya gesek statis (fs) yaitu
nilai fs antara nol sampai maksimum (nilai fs =0 jika tidak ada gaya luar F yang bekerja pada benda
), fs mencapai maksimum ini
tergantung pada sifat permukaan benda dan lantai yang besinggungan serta
tergantung pada gaya normal,
2. Gaya gesekan Kinetik (fk)
Gaya gesekan kinetik sebagai gaya
gesekan yang terjadi antara dua permukaan benda yang bergerak relatif terhadap
lainnya. Secara matematis gaya gesekan kinetik (fk) dapat dirumuskan sebagai
berikut:
Fk = (
k.mg) Keterangan :
Fk = gaya gesekan kinetik
(N)
N = gaya normal (N)
k = koefisien gesekan
statis (N)
Gaya statis maupun gaya kinetis tergantung
pada gaya normal dan kedua permukaan yang kasar, koefisien yang besar dan untuk
permukaan yang halus maka koefisien gerak statis.(www.fisika@net.com,2010).
Gaya gesek adalah gaya yang bekerja pada
benda dan arahnya selalu melawan arah gerak benda. Gaya gesek hanya akan bekerja pada benda jika
ada gaya gesek yang bekerja pada benda tersebut.
Nilai fs
antara nol sampai maksimum (nilai fs = 0 jika tidak ada gaya luar F yang bekerja pada benda, dan nilai fs
mencapai maksimum pada saat benda akan bergerak). fs maksimum ini
tergantung pada sifat permukaan benda dan lantai yang bersinggungan serta
tergantung pada gaya normal.(www.gnu.com,2010).
Dasarnya setiap benda memiliki sifat inertia, artinya bila tidak ada
gangguan dari luar benda cenderung mempertahankan keadaan geraknya. Newton mengartikan keadaan gerak ini disenut
kecepatan benda. Bila resultan pengaruh
luar sama dengan nol, maka kecepatan benda tetap dan benda bergerak lurus
beraturan dan diam. Karena kecepatan
adalah besaran relatif artinya kecepatan tergantung pada kerangka acuan yang
dipakai, maka pernyataan
bahwa kecepatan benda berubah juga tergantung pada kerangka acuan. Dimana penalaran Newton di atas berlaku
disebut acuan inertia.
Dalam
kerangka inertia, setiap benda akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak
lurus beraturan, kecuali jika ia terpaksa mengubah keadaan tersebut oleh
gaya-gaya dari lingkungan tempat benda berada. (http://id.wikimedia.org/wiki/hukum_gerak_newton.2010).
Permukaan suatu benda meluncur diatas permukaan benda lain
maka masing-masing benda mengerjakan gaya gesek pada satu sama lain, sejajar
dengan permukaan tadi. Gaya demikian pada masing-masing benda
berlawanan arahnya dengan arah geraknya relatif terhadap masing-masing
benda. Gaya gesekan juga bekerja sekalipun tidak ada
gerak salah satu benda relatif terhadap benda lain.
Bidang
miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu sudut, yang bukan susut
tegak lurus, terhadap permukaan horizontal.
Penerapan bidang miring dapat mengatasi hambatan besar dengan menerapkan
gaya yang
relatif lebih kecil melalui jarak yang lebih jauh, daripada jika beban itu
diangkat vertical. Dalam istilah teknik sipil, kemiringan (rasio
tinggi dan jarak) sering disebut dengan gradient. Bidang miring adalah salah satu pesawat
sederhana yang umum dikenal.
(http//id.www.wiklipedia.org/wiki/bidang_miring)
Benda yang massanya (m) bergerak
pada bidang miring licin dengan sudut kemiringan dan percepatan gravitasi bumi,
maka gaya normal pada benda dan percepatan yang dialami oleh benda adalah: Gaya
normal(N) = m.g cos
, maka gaya menyebabkan benda bergerak adalah m.g cos
. Gaya gesek adalah
gaya non konservatif penolakan yang terjadi ketika dua permukaan berjalan satu
sama lain ketika didorong bersama. Dia
menyebabkan perubahan bentuk dan panas.
Gaya gesek adalah sebuah fungsi gaya menekan ke permukaan dan koefisien
gesek antara benda-benda.
((http//ms.www.wiklipedia.org/wiki/bidang_miring)
Gerakan alami diduga berasal dari
”sifat” benda. Dalam pandangan
Aristoteles, setiap benda dalam alam semesta memiliki tempat tertentu, yang
ditentukan oleh sifat ini; setiap benda yang tidak berada dalam tempat yang
seharusnya akan”bergerak” Untuk pergi ke tempat tersebut. Berada di bumi, benda terbuat dari tanah liat
akan jatuh ke tanah; benda yang terbuat dari udara seperti asap akan naik ke
atas; benda yang terbuat dari campuran udara dan tanah namun didominasi bumi,
seperti bulu akan jatuh ke tanah namun tidak secepat benda yang terbuat dari
tanah liat. Benda yang lebih besar akan
bergerak lebih cepat. Karena itu,benda
dipercayai jatuh dengan kecepatan proposional dengan berat, makin berat benda
sebuah benda makin cepat benda akan jatuh ke tanah. Bentuk-bentuk dasar dari gerak oleh Frederich
engels. Gerak dalam arti yang paling
umum, dipahami gaya keberadaan atribut yang interen dari materi mencangkup atau
meliputi semua perubahan dan proses yang berlangsung dalam jagad raya, dari
sekedar perubahan atau pergantian tempat hingga pada pikiran. Penyelidikan mengenai sifat gerak sudah
dengan sendirinya mesti dimulai dari bentuk-bentuk gerak yang paling sederhana,
paling rendah dan belajar menangkap
semua itu sebelum ia dapatnmencapai sesuatu sebagai penjelasan mengenai
bentuk-bentukyang lebih tinggi dan lebih rumit.